PT. Schott Igar Glass Terapkan 4 Bulan Cuti Melahirkan

BEKASI | Komite Perempuan IndutriALL, melakukan kunjungan kerja ke PT. Schott Igar Glass di kawasan Industri Delta Silicon Cikarang kabupaten Bekasi, kamis (02/05/2019)

Dalam Kunjungannya ke pabrik Produsen kemasan farmasi asal Jerman ini, Komite perempuan IndutriAll yang didampingi perangkat DPD FSPKEP Jawa barat dan DPC FSPKEP Bekasi, sangat mengapresiasi akan hubungan Industrial yang terjalin di PT. Schott Igar Glass antara Serikat Pekerja dan Manajemen, dan salah satu buah dari hubungan Indutrial yang baik ini adalah PT. Schott Igar Glass Indonesia memberikan cuti hamil melebihi ketentuan dalam Undang-undang ketenagakerjaan Indonesia, yaitu 4 bulan. Kemudahan bagi kaum wanita pekerja ini tertera dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) 2018-2020.

Presiden Direktur PT. Schott Igar Glass, Abelardo Riveron Mora mengatakan dengan masuknya pasal tentang cuti hamil 4 bulan kepada karyawatinya, diharapkan perlindungan kepada karyawan yang hamil dan melahirkan menjadi lebih baik dan ini semakin menegaskan bahwa PT. Schott Igar Glass memiliki komitmen untuk mendukung upaya pemenuhan hak perempuan dan anak atas pengasuhan dan tumbuh kembang yang baik.

Dalam paparan dan penjelasannnya Manajemen PT. Schott Igar Glass juga menjelaskan bahwa bentuk kepedulian perusahaan kepada karyawannya selain fasilitas yang mendukung di seluruh area pabrik, K3 yang sudah berjalan sangat baik juga khusus untuk karyawati yang hamil dan melahirkan mendapat perlindungan ketenagakerjaan, pengaturan kondisi kerja yang fleksibel dan jaminan keleluasaan untuk menggunakan ruang Laktasi selama jam kerja diarea pabrik.

Sementara itu ketua Komite Perempuan IndustriALL Indonesia, Endang Wahyuningsih berharap semoga kebijakan yang pro kepada karyawan perempuan ini terus dipertahankan dan ditingkatkan serta bisa menjadi percontohan untuk perusahaan – perusahaan lain.

“Perlindungan maternitas yang meliputi hak atas cuti haid, hak atas cuti melahirkan, perlindungan reproduksi melalui kesehatan dan keselamatan kerja, perlindungan ibu hamil di tempat kerja, waktu menyusui pada jam kerja serta tersedianya pojok laktasi merupakan elemen penting bagi terciptanya perlindungan maternitas menyeluruh di tempat kerja” lanjutnya

Kampanye “14 Minggu Cuti Melahirkan” terus digelorakan Komite Perempuan IndustriALL dalam beberapa tahun terakhir, semoga semakin banyak perusahaan–perusahaan di Indonesia yang memberikan perlindungan maternitas yang baik salah satunya cuti yang lebih panjang untuk ibu hamil dan menyusui. [Toni]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *