Sunandar Resmi Menutup Pendidikan Advokasi dan Hubungan Industrial DPD FSP KEP Jawa Barat

Bogor – Pendidikan Advokasi dan Hubungan Industrial, Dewan Pimpinan Daerah Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi, Pertambangan, Minyak, Gas Bumi dan Umum (DPD FSPKEP) Provinsi Jawa Barat secara resmi di tutup oleh Ketua umum FSP KEP Sunandar, Sabtu, 27/04/2019

Sebelum melakukan penutupan Sunandar juga melakukan pelantikan dan pengukuhan terhadap 5 (lima) peserta yang terpilih sebagai Tim Advokasi DPD FSP KEP Jawa Barat,

Sebelumnya Pendidikan Advokasi dan Hubungan Industrial tersebut sudah dilakukan pertemuan 8 kali.

“Saya sangat banga dan bersukur denga dibentuknya tim Advokasi semoga dengan dibentuknya tim Advokasi maka permasalhan-permasalahan buruh yang tergabung dalam wadah FSPKEP di Jawa Barat dapat terselesaikan dengan baik”

Ia juga berpesan kepada para peserta untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran Advokasi, karena dengan ditingkatkannya kesadaran dalam pembelajaran Advokasi bisa memberikan pendampinga yang lebih maksimal lagi.

Materi lanjutan pendidikan sebelumnya mengangkat permasalahan proses banding dan Kasasi yang disampaikan oleh Akhmad Soleh , SH, MH, yang merupakan ketua bidang Advokasi DPP FSPKEP.

Pendidikan yang diikuti oleh perwakilan dari seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan perwakilan dari beberapa Pengurus unit kerja FSPKEP Se Jawa Barat ini, dihadiri juga oleh ketua umum DPP FSPKEP, Sunandar. SH. Ketua DPD FSPKEP Jawa Barat, Krisdianto, ketua DPC FSPKEP Kabupaten Bogor, Sumarno, Ketua DPC FSPKEP Kota Depok, Sudarso, Ketua DPC FSPKEP Bekasi H. Sardiyan dan perwakilan dari PUK PT. Goodyear Indonesia, Iwan Ibnu.

Dalam sambutannya ketua DPP FSPKEP Sunandar. SH. menanyakan kesiapan para peserta pendidikan “Apakah akan tetap komitmen berjuang dalam barisan FSPKEP atau hilang setelah pendidikan ini ? “

“Hauslah akan ilmu, karena derajat manusia akan meningkat karena ilmu dan kalau sudah punya ilmu jangan sombong, tetaplah randah hati dan selalu membagikan ilmunya pada anggota yang lain” ujarnya

Sementara itu ketua DPD FSPKEP Jawa Barat, Krisdianto dalam sambutannya menyampaikan bahwa, bila kita tidak menambah wawasan kita sementara diluar sana begitu banyak permasalahan perburuhan yang membutuhkan bantuan hukum dan advokasi.

Untuk itu kepada yang sudah mengikuti pendidikan ini selama delapan kali pertemuan, diharapkan bisa menjadi ujung tombak pembelaan kepada permasalahan perburuhan dari teman – teman pekerja yang membutuhkan.

Acara yang dilaksanakan di Padepokan Volly Sentul city ini di tutup dengan pemberian sertifikat pendidikan kepada para peserta dan ditutup dengan do’a. [Biro Media]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *